Tips Mengemudi Saat Lebaran

Tips Mengemudi Saat Lebaran

Lebaran tinggal 2 minggu  lagi. Buat agan / Agan wati yang ingin pulang kampung dengan mobil baik itu mobil pribadi atau rental mobil patut memperhatikan hal ini agar selamat sampai tujuan.

Buat Agan /Agan wati yang mengemudikan mobil dalam waktu yang relatif lama, perlu diperhatikan beberapa faktor.

Posisi Mengemudi

1. Posisi mengemudi
Ada 3 hal yang perlu di perhatikan pada saat mengatur posisi mengemudi, yaitu kenyamanan, komunikasi, dan kendali.
* Kenyamanan, saat berada di kondisi nyaman, diharapkan tubuh tidak cepat letih sehingga konsentrasi mengemudi tetap maksimal meski dalam waktu yang cukup lama.
* Komunikasi, pengemudi harus mendapatkan jarak pandang terbaik dan mampu berkomunikasi dengan mobil atau lingkungan sekitarnya. Jadi faktor ‘seen and be seen’ (melihat dan dapat terlihat) terpenuhi.
* Kendali, pengemudi harus tanggap mencermati kondisi lingkungan sekitar, cepat mengambil tindakan tepat dan mengantisipasi setiap kemungkinan terjadinya bahaya.

Posisi Duduk

2. Posisi duduk
*Untuk posisi duduk yang tepat adalah: sandarkan bagian punggung Agan benar-benar menempel pada sandaran kursi hingga pangkal tulang belakang. Saat punggung menempel sempurna, gunakan kedua pergelangan tangan sebagai ukuran. Posisikan kedua pergelangan tangan pada roda kemudi (arah jam 12 ), lalu turunkan, masing-masing pada posisi jam 2 atau 3 (tangan kanan) dan jam 9 atau 10 (tangan kiri). Posisi ini bisa bikin anda lebih sigap, selain dapat secara aktif memonitor apa yang terjadi di sekitar, anda juga bisa memperkirakan kemungkinan yang terjadi.

* Sewaktu melewati belokan yang sulit, tangan anda jangan sampai menyilang. Tangan harus ditempatkan pada posisi pukul 12.00, sebelum memasuki tikungan yang sulit. Tempatkan tangan kanan pada posisi 12.00 dan tangan kiri pukul 06.00 sebelum membelok ke kanan. Kalau sebelum membelok ke kiri, tangan kiri pada posisi pukul 12.00 dan tangan kanan 06.00.
Usahakan tangan kanan tidak sampai menyeberang ke kiri, melewati pukul 12.00.

* Demikian pula tangan kiri tak menyeberang ke kanan. Dengan kata lain, gerakan tangan kiri hanya dari posisi pukul 12.00 mundur ke posisi 06.00, sedangkan tangan kanan dari posisi 12.00 maju ke posisi pukul 06.00.

*Jika ada tilt steering, atur roda kemudi menghadap dada, beri jarak 10 inci. Jadi apabila kantung udara mengembang, akan melindungi dada, bukan kepala. Kemudian atur posisi kaki pada pedal-pedal. Tempatkan tumit kaki kanan diantara pedal gas dan pedal rem. Posisi ini akan mempercepat reaksi ketika dibutuhkan pengereman mendadak.

* Selain itu sesuaikan juga ketinggian head restraint hingga sebatas telinga, sehingga dapat melindungi bagian kepala dan cidera pada bagian leher jika terjadi benturan dari depan dan belakang.

Posisi tangan

Posisi tangan

3. Posisi tangan
* Posisikan tangan pada posisi jam 3 dan jam 9, karena dengan posisi ini dapat mengontrol kendaraan dengan lebih baik. Selain itu instrumen seperti sein dan wiper juga dapat digerakkan menggunakan jari, bukan tangan. Posisi seperti ini juga tidak membuat tubuh cepat letih, karena posisi tangan tidak lebih tinggi dari jantung.

* Namun yang perlu diperhatikan, ibu jari jangan masuk kedalam roda kemudi (stir). Karena apabila roda depan kendaraan Anda tersangkut sesuatu, misalnya, balok, trotoar, tanggul, dan sebagainya, maka biasanya roda kemudi akan berputar sangat cepat. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan cedera pada pergelangan tangan dan jari tangan.

Gunakan sabuk keselamatan

Gunakan sabuk keselamatan

* Terakhir, jangan lupakan untuk selalu gunakan sabuk keselamatan, patuhi rambu lalu lintas, dan beristirahatlah empat jam sekali selama perjalanan. Selamat Mudik dan Semoga selamat sampai tujuan Agan / Agan wati. dikutip dari berbagai sumber

Dipublikasi di tips | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Cara Mengendarai Mobil automatic transmissions-A/T yang Benar

Mobil Automatic transmissions-A/T

Mobil Automatic transmissions-A/T

Mobil bertransmisi otomatis (automatic transmissions-A/T) sudah menjadi kebutuhan. Apalagi di kota besar seperti Surabaya , yang sering macet. Selain karena lebih nyaman, mengendarai mobil A/T tak jarang membuat pengendara lebih sabar menghadapi tekanan psikologis akibat diterpa kemacetan.

Meski memberi kenyamanan, belum banyak pengguna mobil bertransmisi otomatis yang paham bagaimana mengemudikan mobil A/T secara benar, agar kinerja mobil bisa optimal. Dan, kenyamanan benar-benar bisa dirasakan.

Tulisan ini khusus membahas cara mengemudikan mobil A/T sistem “konvensional” dengan empat tingkat kecepatan. Disebut “konvensional” karena aplikasi teknologinya sederhana, tidak begitu kompleks. Belum dilengkapi moda sport/power. Sensasi berkendaranya pun, tidak berbeda jauh dengan mobil bertransmisi manual.

Bedanya hanya soal berpindahan kecepatan yang berlangsung otomatis, tanpa perlu menekan pedal kopling. Pilihan moda pengoperasiannya hanya P, R, N, D, D-3 atau 3 (OD), 2, dan L.

Berikut cara pengoperasiannya:

1. P (park/parkir). Pada saat tuas transmisi otomatis berada/digeser ke posisi P, memungkinkan mesin mobil dihidupkan (run) tanpa mobil berjalan karena sistem pengunci parkir bekerja (parking lock assembly).

Pada posisi P ini, tekanan oli yang terbangun dalam transmisi, akan langsung dikembalikan ke bak penampungan. Belum bekerja menggerakkan serangkaian alat kontrol penggerak transmisi (control devices). Produsen transmisi otomatis mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan pengendara. Misalnya, mesin mobil hanya bisa dihidupkan saat tuas ada di posisi P atau N (neutral).

Bayangkan apa jadinya, bila di semua pilihan moda transmisi, mesin mobil bisa dihidupkan. Begitu mobil distarter, langsung jalan. Sangat berbahaya. Untuk lebih aman, pada saat parkir, pastikan tuas transmisi ada di posisi P, menghindari mobil meluncur sendiri, tanpa dikehendaki.

2. R (reverse/mundur). Memungkinkan mobil berjalan mundur. Kebanyakan mobil A/T, akan terasa entakan ketika kita menggeser tuas transmisi dari posisi P ke R. Ini akibat terjadi peningkatan tekanan oli dalam sistem hidrolis dalam ruang transmisi. Peningkatan tekanan oli ini, atau yang dikenal dengan istilah booster, bertujuan meningkatkan daya cengkeram-mekanik pelat kopling dengan pelat baja dalam sistem transmisi otomatis. Tujuannya untuk menghindari slip kopling saat terjadi perpindahan torsi dari mesin ke roda penggerak.

3. N (neutral/netral). Pada saat tuas transmisi otomatis digeser ke posisi N, memungkinkan mesin mobil hidup tanpa mobil bisa berjalan. Biasanya, posisi N dipilih pada saat pengendara ingin mobil berhenti sejenak. Misalnya pada saat lampu lalu lintas menyala merah. Selain menghemat kampas rem dan kampas kopling/pelat baja, menggeser tuas ke posisi N lebih aman, mencegah mobil nyelonong tanpa dikehendaki. Posisi N juga bisa dipilih saat mobil parkir paralel. Sama saat tuas di posisi P, pada saat di posisi N, umumnya mesin mobil bisa dihidupkan.

4. D (drive). Tuas transmisi di posisi D, memungkinkan mobil berjalan/melaju dengan perpindahan kecepatan berlangsung secara otomatis, mulai dari gear 1st umumnya sampai gear 3rd (gear 3rd dengan rasio gear 1 : 1). Perpindahan kecepatan secara otomatis tanpa harus menginjak pedal kopling, layaknya mobil bertrasnamisi manual.

Pada saat tuas di posisi D, perpindahan kecepatan-otomatis akan terjadi hanya dengan menekan pedal gas. Perpindahan kecepatan terjadi seiring peningkatan kecepatan mobil yang dimonitor oleh sensor kecepatan mobil (vehicle speed sensor/VSS). Posisi tuas di D, memungkinkan kendaraan berakselerasi.

Caranya tinggal menekan pedal gas lebih dalam. Maka secara otomatis rasio gear akan turun satu tingkat. Bila semula gear rasio ada di posisi 4th, turun ke 3rd, dari 3rd turun ke 2nd, dan dari 2nd turun ke 1st. Akselerasi diperlukan saat hendak mendahului kendaraan lain atau saat akan memacu mobil lebih cepat.

Pada saat pedal gas ditekan, tegangan listrik yang diatur throttle position sensor (TPS) memberi sinyal ke sistem elektronik transmisi otomatis (transmission control unit/TCU atau powertrain control module/PCM) untuk mengalihkan tekanan oli ke posisi gear yang lebih rendah, sehingga akselerasi terjadi.

Rasio gear akan kembali meningkat, ketika laju kendaraan seperti yang dimonitor VSS mencapai kecepatan tertentu. Setiap kendaraan, rasionya berbeda-beda, diatur secara terkomputerisasi oleh TCU/PCM.

5. D-3 atau overdrive/OD. Banyak pengemudi mobil transmisi otomatis yang belum paham fungsi moda yang satu ini. Padahal, fungsinya sederhana. Pada saat tuas transmisi digeser ke posisi D-3, atau pada beberapa jenis mobil, saat tombol OD yang ada di tuas transmisi diaktifkan, memungkinkan terjadi perpindahan rasio gear dari 1st ke OD, sehingga hemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang.

Posisi gear D-3 atau OD, juga memungkinkan membatasi perpindahan percepatan mobil maksimum pada gear 3rd. Umumnya moda D-3 atau OD terasa fungsinya ketika mobil melaju dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam.

Coba saja, geser tuas transmisi ke posisi D lalu injak pedal gas sampai mobil melaju dengan kecepatan di atas 60 km per jam. Ketika sampai di kecepatan kisaran 60 km per jam, umumnya tingkat percepatan mobil mencapai 4th. Tekan tombol OD atau geser tuas ke D-3. Maka, gear rasio akan langsung turun ke posisi 3rd, dan tertahan di 3rd (tidak mau kembali secara otomatis ke 4th), sekalipun pedal gas diinjak lebih dalam.

Moda D-3 atau OD sangat membantu saat kita hendak berakselerasi tanpa harus menginjak pedal gas lebih dalam, atau saat akan menyalip kendaraan lain. Tapi jangan lupa, setelah mobil lain terlampaui, geser kembali tuas ke posisi D atau non aktifkan kembali tombol OD.

Ada yang kerap bertanya, bagaimana sistem pengamanan dalam mobil transmisi otomatis? Bagaimana jadinya, kalau tanpa sengaja tuas transmisi yang semula di D, kesenggol dan geser ke N atau bahkan R? Jangan khawatir, produsen transmisi otomatis sudah mempertimbangkan itu.

Kalau tuas geser ke posisi yang tidak dikehendaki, maka sistem komputer transmisi otomatis mobil yang dikendalikan TCU/PCM secara otomatis akan mengeset sistem dalam moda N atau netral. Sistem dirancang untuk mencegah kehancuran transmisi otomatis.

6. Intermediate (2 atau D-2). Posisi tuas di 2, memungkinkan mencegah beroperasinya kecepatan atau gear yang lebih tinggi. Dengan kata lain, ketika tuas digeser ke 2, transmisi akan bekerja secara otomatis pada gear 1st dan 2st, serta membatasi perpindahan ke gear 3rd.

Selain itu juga secara mekanis mengaktifkan compression breaking atau yang pada mobil manual acap kali disebut engine breaking. Fungsinya, saat mobil melaju diturunan, transmisi otomatis akan membantu menahan laju mobil. Harap diingat, setelah melintasi jalan normal, geser kembali tuas ke D.

Pengaktifan compression breaking yang terlalu lama, membuat oli transmisi dan transmisi cepat panas. Oli transmisi juga cepat kotor, sehingga usia pakai oli lebih singkat. Karena membatasi gear maksimum di posisi 2nd, maka sangat membantu mobil saat melaju di tanjakan yang cukup tajam dan panjang. Bisa menahan torsi mesin pada tingkat yang diinginkan.

7. L (low). Tidak jauh berbeda dengan 2, moda L bekerja untuk membatasi tingkat kecepatan kendaraan pada gear 1st. Karena bertahan di gear 1st, maka sangat efektif digunakan pada saat mobil melintasi tanjakan atau turunan terjal. Karena mobil cukup tenaganya, memungkinkan melintas di medan yang sulit sekalipun. Bila jalanan normal, jangan lupas geser lagi tuas ke D.

Memahami cara kerja dan penggunaan transmisi otomatis secara benar tidak saja mengemudikan mobil bertransmisi otomatis menjadi lebih nyaman, tetapi juga hemat bahan bakar. Selamat mencoba!

Sumber: kompas.com

Dipublikasi di tips | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Mengatasi Mengantuk Saat Berkendara

mengantuk saat mengemudi

mengantuk saat mengemudi

Mengantuk dapat membahayakan anda, terutama ketika anda sedang mengemudikan

kendaraan. Banyak sekali kecelakaan yang terjadi hanya karena rasa kantuk yang menyerang.

Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk mencegah rasa kantuk pada saat anda sedang mengemudikan kendaraan tertuma karena faktor jarak tempuh yang cukup panjang sehingga membuat anda merasa mengantuk.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan:

  • Umumnya tanda-tanda mengantuk adalah menguap beberapa kali. Dalam kondisi seperti ini, umumnya juga diserta dengan kondisi mata yang berair.
  • Jaga kondisi tubuh agar tetap fit selama perjalanan. Lakukan sedikit pemanasan agar otot-otot tubuh tidak terlalu tegang.
  • Cuci muka sebelum mengendarai mobil. Hal ini dapat membuat anda menjadi lebih fresh setelah mengalami kelelahan fisik karena bekerja.
  • Minum dan makan secukupnya saja. Jangan terlalu banyak. Jangan minum alkohol atau minuman yang dapat merangsang adrenalin.
  • Jika anda mengendarai mobil sendirian, jangan melamun atau berpikir tentang sesuatu sehingga dapat merusak konsentrasi anda. Anda bisa mendengarkan radio maupun musik yang bisa membuat anda lebih rileks saat mengendara.
  • Selalu membawa air minum untuk persedian serta makanan kecil lainnya.
  • Jangan pakai sabuk pengaman terlalu kencang. Hal seperti dapat menggangu sistem pernapasan anda.
  • Jika dalam perjalanan anda masih tetap merasakan kantuk, ada baiknya untuk berhenti sejenak untuk beristirahat maupun untuk minum kopi agar anda tidak mengantuk lagi. Sedikit kopi panas dapat mengusir rasa kantuk
  • Jika perjalanan anda masih jauh, anda bisa berhenti sebentar di rest area untuk sekedar mengistirahatkan tubuh dan mata untuk sejenak.
  • Lanjutkan perjalanan anda jika rasa mengantuk benar-benar hilang.
Dipublikasi di tips | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tips Mengemudi Aman Saat Puasa

Tips Mengemudi Aman Saat Puasa

1005972_10200184729360594_2074976854_n

Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan kala Anda melaju.

 

Ketika Ramadan tiba, umat muslim diwajibkan berpuasa. Namun di tengah kewajiban itu, Anda dihadapkan dengan pekerjaan yang harus tetap dilakukan, baik di sekolah, kantor, maupun di tempat lain.

Tak ketinggalan kegiatan mengemudi pun terus berlangsung. Namun, dengan situasi lalu lintas Surabaya yang macet, terkadang membuat Anda sering terbawa emosi.

Berikut beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pengemudi kala berpuasa dari Senior Instruktur Kursus Mengemudi Surabaya yang bisa menjadi tips bagi Anda:

Pertama, makan sahur secukupnya dan tambahkan multivitamin apabila diperlukan untuk menjaga stamina. Pastikan waktu tidur yang cukup yaitu delapan jam dalam satu hari dan kurangi aktivitas tidak perlu sehingga menguras tenaga.

Kedua, pengemudi harus sadar akan batasan kemapuan diri. Apabila kantuk atau lelah saat mengemudi, pastikan mencari tempat yang aman untuk berhenti dan berisitirahat. Lakukan sedikit senam peregangan otot untuk melancarkan aliran darah dalam tubuh dan hirup oksigen yang banyak. Apabila sudah merasa lebih baik, baru lanjutkan perjalanan.

Ketiga, lakukan commentary driving (mengobrol dengan orang lain di dalam mobil) selama perjalanan dan melakukan tindakan proaktif dalam mengemudi agar tidak terlalu merasa ngantuk. Contohnya, mendengarkan musik di radio atau pemutar cakram padat di dalam mobil.

Keempat, atur jadwal dan rute perjalanan untuk menghemat jarak, waktu, tenaga, serta menghindari kemacetan. Yang terpenting, tetap mengemudi kendaraan dengan kecepatan yang aman, sesuai pentunjuk kecepatan yang dianjurkan.

Kelima, bila Anda menemui pengemudi atau pengguna jalan lain yang tiba-tiba menyerobot, mendahului atau dengan seenaknya memutar atau berbelok, tak usah emosi. Anggap saja, mereka adalah orang yang tak mengerti etika dan sopan santun maupun peraturan lalu lintas.

Dengan memaklumi tindakan mereka, emosi tidak akan terpancing. Namun, bila tak hanya satu orang yang berperilaku seperti itu, sebaiknya Anda menghindari jalan tersebut atau bila mungkin menjaga jarak.

Satu hal lagi, jangan terpancing untuk ikut-ikutan memaki bila orang di sekeliling Anda menyumpahi atau memaki pengguna jalan yang menyerobot atau bertindak ugal-ugalan itu. Hal itu untuk menghindarkan emosi Anda tersulut.

Terakhir, sebaiknya Anda kembali mengingat-ingat apa saja kira-kira yang harus Anda lakukan pada kendaraan kesayangan? Apakah oil telah diganti? Air aki dan radiator telah ditambah? Sudahkah kabel kelistrikan benar-benar aman? Pastikan juga tekanan ban telah sesuai standar dan bahan bakar terisi cukup.

Hal itu semua dimaksudkan sebagai antisipasi kejadian yang tidak diinginkan kala Anda melaju di perjalanan. Sebab, bila tiba-tiba mobil mogok, ban kempis, atau mesin overheat, tentu akan merepotkan. Rasa kesal, jengkel, atau bahkan marah sangat mungkin muncul.

 

Dipublikasi di tips | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tips agar Mobil Matik Tak Mogok Saat Melintasi Genangan Air

Tips agar Mobil Matik Tak Mogok Saat Melintasi Genangan Air

ke banjirMusim hujan telah tiba. Jalanan kerap penuh dengan genangan air sehingga menghambat mobil Anda untuk melintas dengan mulus. Mobil sedan dan city car yang memiliki bentuk rendah, sering menjadi korban karena mesinnya mudah terendam.

“Jika musim hujan, pengendara harus lebih berhati-hati karena mungkin saja kita terjebak banjir di jalanan. Lebih parah lagi jika mobil yang kita kendarai mogok di tengah genangan air,”.

Berikut tips bagi pemilik mobil bertransmisi otomatis agar kendaraan yang mereka kemudian tidak mogok pada saat melintasi genangan air :

  1. Melihat ketinggian air di area banjir yang akan dilintasi kendaraan.
  2. Sebaiknya cari tahu ke mana Anda akan berpergian. Jika akan melewati area rawan banjir, sebaiknya mencari alternatif jalan lain.
  3. Jika terpaksa harus melintasi area rawan banjir, maka posisikan tuas transmisi pada “posisi L.”
  4. Jika mesin kendaraan tiba-tiba mati, jangan sekali-kali mencoba untuk menghidupkan mesin.
  5. Setelah Anda sudah berada di tempat yang aman, maka buka kap mesin dan keringkan bagian-bagian mesin serta kelistrikan.
  6. Setelah itu, coba starter kembali mobil Anda dua sampai tiga kali. Tapi jika mesin mobil tetap tak mau hidup juga, maka cabutlah kabel busi dan perhatikan area di sekitar busi. Dikhawatirkan kabel busi atau businya terkena air Jika memang ada air di situ, maka bukalah tutup distributor, lalu keringkan dan pasang kembali seperti semula.
  7. Coba Anda hidupkan kembali mesin mobil. Jika sudah menyala dan bisa jalan kembali, maka coba lakukan pengereman beberapa kali sampai beberapa komponen pada mobil berfungsi kembali.
  8. Terakhir, setelah kendaraan Anda sudah bisa hidup, sebaiknya bawa ke bengkel resmi untuk diperiksa seluruh bagian yang terkena banjir, termasuk penggantian oli transmisi matik (sebaiknya dikuras pakai mesin).

Semoga bermanfaat…..

Dipublikasi di tips | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

10 Tips Cara Mengemudi Cerdas

10 Tips Cara Mengemudi Cerdas.

Mobil yang sehat baik mesin, suspensi, kaki-kaki maupun pengereman tidak menjamin seorang pengemudi terhindar dari bahaya kecelakaan di jalan raya. Perhatikan sepuluh panduan mengemudi cerdas untuk tindakan pencegahan saat mengemudi.

atursepionAda banyak faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan ketika berkendara di jalan. Bahkan seorang pengemudi dengan ketrampilan mengemudi yang baik tidak bisa menjamin dirinya tidak terlibat dalam suatu kecelakaan. Hal ini karena mobil lain juga bisa menjadi penyebab kecelakaan.

Oleh karena itu, untuk mencegah kejadian tak terduga di jalan adalah bijaksana untuk memperhatikan 10 panduan mengemudi cerdas yang juga dikenal sebagai defensive driving.

1. Lakukan pemeriksaan awal kendaraan sebelum melakukan engine start meliputi pengecekan lampu indikator, kondisi bodi, tekanan angin ban, pemeriksaan bagian bawah untuk mengecek kebocoran oli, termasuk minyak rem.

2. Berat beban di mobil juga dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Untuk itu ada baiknya keluarkan barang yang tidak diperlukan dari dalam mobil. Jika di mobil terdapat roof rack dan tidak sedang digunakan sebaiknya dilepas. Namun, jika Anda menggunakannya untuk membawa barang sebaiknya berkendara dengan kecepatan rendah agar untuk menghindari barang bawaan terjatuh.

3. Pastikan menggunakan sabuk pengaman (safety belt) dan jangan lupa mengencangkannya. Karena dapat melindungi si pengguna dari cedera lebih berat saat terjadi kecelakaan. Cara memakai safety belt dengan benar yaitu silangkan safety belt dari tulang bahu ke pinggul sebab kedua tulang tersebut paling kokoh di tubuh manusia. “Umumnya orang menggunakan safety belt dengan alasan untuk menghindari sanksi tilang dari petugas polisi. Padahal, peranti ini sangat penting,” ungkap Bintarto Agung, Presiden Director merangkap Instruktor Indonesia Defensive Driving Center.

setir4. Sesuaikan posisi spion dalam dan samping sehingga pengemudi dapat melihat semua sudut secara optimal. Pasalnya, setiap mobil pasti memiliki blind spot area (area yang tidak terlihat pengemudi), sebaiknya lakukan head check atau menengokkan kepala sesaat sebelum pindah jalur atau berputar.

smart5. Untuk poin yang kelima ini menyangkut penguasaan setir. “Posisi yang ideal memegang setir, posisikan kedua tangan berada di posisi jam 3 dan 9 karena aman, jika terjadi kecelakaan airbags (kantong udara) akan mengembang diantara kedua tangan. Selain itu, dapat menyalakan tuas lampu belok maupun wiper dengan jari bukan dengan tangan,” tambah Bintarto.

6. Hilangkan kebiasaan buruk saat mengemudi seperti merokok, menerima panggilan telepon, makan, minum atau bahkan mengobrol. Karena bila dilakukan dapat mengganggu konsentrasi mengemudi. Tapi, jika ingin melakukan hal tersebut, pengemudi sebaiknya berhenti sejenak di tempat aman atau memastikan telepon selular Anda terhubung dengan hands-free.

7. Saat mengemudi dianjurkan untuk menjaga jarak aman. Pengemudi defensive selalu menyediakan ruang antara mobil di depan, samping dan belakang. Dalam hal ini, jangan mengikuti terlalu dekat sebab kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian. Semakin banyak ruang semakin banyak waktu tersedia untuk bereaksi. “Menjaga Jarak aman antara kendaraan saat beriringan adalah 3 detik,” kata Bintarto.

tol8. Teknik pengoperasian gigi transmisi. Walau mobil Anda sudah menerapkan teknologi yang ramah bahan bakar ternyata tidak menjamin jika karakter berkendara kebanyakan pengemudi masih buruk. Mesin dengan bahan bakar bensin rata-rata bekerja optimal di putaran 2.000 – 2.500 rpm. Oleh karena itu, saat melakukan perpindahan gigi sebaiknya lakukan pada jarak rpm 2.000 sampai 2.500 rpm.

9. Lalu, terkait efisiensi bahan bakar. Ada baiknya memperhatikan momentum kendaraan. Misalnya, ketika akan mendekati perempatan atau pertigaan lampu lalu lintas, sebaiknya angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil meluncur sebelum menginjak pedal rem. Hal ini diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar mobil Anda.

10. Terakhir, matikan mesin mobil jika berhenti dan terdiam selama lebih dari 20 detik (tapi syaratnya mesin mobil harus dalam kondisi mudah start). Sebab, mesin yang hidup dalam kondisi diam yang lama misal 3 menit sama halnya dengan Anda melakukan perjalanan sejauh 1 km pada kecepatan konstan 50 km/jam.

Sumber konten carmall.com

Dipublikasi di tips | Tag , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tata Cara Berlalu Lintas

a. Penggunaan Jalur Jalan

  1. Tata cara berlalu lintas di jalan adalah dengan mengambil jalur jalan sebelah kiri.
  2. Penggunaan jalan selain jalur sebelah kiri hanya dapat dilakukan apabila :
    • Pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan didepannya;
    • Ditunjuk atau ditetapkan oleh petugas yang berwenang, untuk gunakan jalur kiri yang bersifat sementara.

b. Gerakan Lalu Lintas Kendaraan Bermotor

  1. Tata Cara Melewati
    • Pengemudi yang akan melewati kendaraan lain harus mempunyai pandangan bebas dan menjaga ruang yang cukup bagi kendaraan yang dilewatinya.
    • Pengemudi mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati.
    • Dalam keadaan tertentu pengemudi dapat mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kiri dengan tetap memperhatikan keselamatan lalu lintas.
      • Lajur sebelah kanan atau lajur paling kanan dalam keadaan macet
      • Bermaksud akan belok kiri.
    • Apabila kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat akan mengambil lajur atau jalur jalan sebelah kanan, maka pengemudi yang akan menyalip pada saat yang bersamaan dilarang melewati kendaraan tersebut.
    • Pengemudi harus memperlambat kendaraannya apabila akan melewati:
      • Kendaraan umum yang sedang berada pada tempat turun-naik penumpang
      • Kendaraan tidak bermotor yang ditarik oleh hewan, hewan yang ditunggangi, atau hewan yang digiring.
    • Pengemudi mobil bus sekolah yang sedang berhenti untuk menurunkan dan/atau menaikkan akan sekolah wajib menyalakan tanda lampu berhenti mobil bus sekolah dan Pengemudi kendaraan yang berada di belakang mobil bus sekolah yang sedang berhenti wajib menghentikan kendaraannya.
    • Pengemudi dilarang melewati :
      • Kendaraan lain di persimpangan atau persilangan sebidang;
      • Kendaraan lain yang sedang memberi kesempatan menyeberang kepada pejalan kaki atau pengendara sepeda.
    • Pengemudi yang akan dilewati kendaraan lain wajib :
      • Memberikan ruang gerak yang cukup bagi kendaraan yang akan melewati;
      • Memberi kesempatan atau menjaga kecepatan sehingga dapat melewati dengan aman.
  2. Tata Cara Berpapasan
    • Pengemudi yang berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan pada jalan dua arah yang tidak dipisah-kan secara jelas, harus memberikan ruang gerak yang cukup di sebelah kanan kendaraan.
    • Jika pengemudi terhalang oleh suatu rintangan atau pemakai jalan lain di depannya, harus mendahulukan kendaraan yang d atang dari arah berlawanan.
    • Pada jalan tanjakan/menurun yang tidak memungkinkan bagi kendaraan untuk saling berpapasan, pengemudi kendaraan yang arahnya turun harus memberi kesempatan jalan kepada kendaraan yang menanjak.
  3. Tata Cara Membelok
    • Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan dan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat lengannya.
    • Pengemudi yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping, harus mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan serta memberikan isyarat.
    • Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri.
  4. Tata Cara Memperlambat Kendaraan
    Pengemudi yang akan memperlambat kendaraannya, harus mengamati situasi lalu lintas di samping dan belakang kendaraan serta memperlambat kendaraan dengan cara yang tidak membahayakan kendaraan lain.
  5. Posisi Kendaraan di Jalan
    • Pada lajur yang memiliki dua atau lebih lajur serah, kendaraan yang berkecepatan lebih rendah daripada kendaraan lain harus mengambil lajur sebelah kiri.
    • Pada jalur searah yang terbagi atas dua atau lebih lajur, gerakan perpindahan kendaraan ke lajur lain harus memperhatikan situasi kendaraan di depan, samping dan belakang serta memberi isyarat dengan lampu penunjuk arah
    • Pada jalur searah yang terbagi atas dua atau lebih lajur yang dilengkapi rambu-rambu dan/atau marka petunjuk kecepatan masing-masing lajur, maka kendaraan harus berada pada lajur sesuai kecepatnnya.
    • Pada persimpangan yang dikendalikan dengan bundaran, gerakan kendaraan harus memutar atau memutar sebagian bundaran searah jarum jam, kecuali ditentukan lain yang dinyatakan dengan rambu-rambu dan/atau marka jalan.
  6. Jarak Antara Kendaraan
    Pengemudi pada waktu mengikuti atau berada di belakang kendaraan lain, wajib menjaga jarak dengan kendaraan yang berada didepannya.

c. Hak Utama Pada Persimpangan dan Perlintasan Sebidang

  1. Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi wajib memberikan hak utama kepada :
    • Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan rambu-rambu atau marka jalan;
    • Kendaraan dari jalan utama apabila pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan jalan;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kirinya apabila cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kirinya di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.
  2. Apabila persimpangan dilengkapi dengan alat pengendali lalu lintas yang berbentuk bundaran, pengemudi harus memberikan hak utama kepada kendaraan lain yang telah berada di seputar bundaran.
  3. Pada persilangan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pengemudi harus:
    • Mendahulukan kereta api;
    • Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

d. Hak Utama Penggunaan Jalan Untuk Kelancaran Lalu Lintas

  1. Pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas sebagai berikut:
    • Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
    • Ambulans mengangkut orang sakit;
    • Kendaraan untuk memberik pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
    • Kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara;
    • Iring-iringan pengantaran jenazah;
    • Konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat;
    • Kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau menyangkut barang-barang khusus.
  2. Kendaraan yang mendapat prioritas harus dengan pengawalan petugas yang berwenang atau dilengkapi dengan isyarat atau tanda-tanda lain.
  3. Petugas yang berwenang, melakukan pengamanan apabila mengetahuinya adanya pemakai jalan sebagaimana dimaksud diatas.
  4. Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas tentang isyarat berhenti tidak diberlakukan kepada kendaraan sebagaimana dimaksud diatas.

e. Berhenti dan Parkir

  1. Setiap jalan dapat dipergunakan sebagai tempat berhenti atau parkir apabila tidak dilarang oleh rambu-rambu atau marka atau tanda-tanda lain atau di tempat-tempat tertentu.
  2. Tempat-tempat tertentu tersebut adalah :
    • Sekitar tempat penyeberangan pejalan kaki / tempat penyeberangan sepeda yg telah ditentukan
    • Pada jalur khusus pejalan kaki
    • Pada tikungan tertentu
    • Di atas jembatan
    • Pada tempat yang mendekati perlintasan sebidang dan persimpangan
    • Di muka pintu keluar masuk pekarangan
    • Pada tempat yang dapat menutupi rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas
    • Berdekatan dengan keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis
  3. Setiap kendaraan bermotor atau kereta gandengan atau tempelan yang berhenti atau parkir dalam keadaan darurat wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya atau isyarat lainnya dan tidak berlaku untuk sepeda motor tanpa kereta samping.
  4. Parkir kendaraan di jalan dilakukan secara sejajar/membentuk sudut menurut arah lalu lintas.

Sumber : Dirjen Perhubungan Darat

Dipublikasi di tips | Tag , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar