Mengemudi Hemat Bahan Bakar

Mengemudi ekonomis dan hemat bahan bakar, tidak hanya tergantung pada ketrampilan dan
kebiasaan mengemudi, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kondisi lalu lintas, keadaan jalan, kondisi cuaca, dan teknologi kendaraan. Faktor-faktor tersebut biasanya tidak dapat diatasi atau sulit untuk dirubah, tetapi pengemudi dapat melakukan penyesuaian melalui gaya atau cara mengemudi ekonomis, mengemudi cara ini akan lebih aman, ekonomis, lebih ramah lingkungan, dan hemat bahan bakar serta dapat mengurangi polusi udara.
Tahukah Anda bahwa gaya mengemudi bisa mempunyai suatu dampak penting pada lingkungan? Pentingnya eco-drive atau mengemudi ekonomis sering diremehkan, tetapi banyak referensi dari negara lain membuktikan bahwa; dengan mengemudi lebih hati-hati dan ramah lingkungan adalah tanggung jawab kita untuk lebih menghemat bahan bakar, memperkecil emisi sekaligus dalam waktu yang bersamaan juga menghemat biaya operasional kendaraan.

Ketentuan utama mengemudi ekonomis adalah sebagai berikut.

1. Pindahkan Transmisi ke Posisi yang Lebih Tinggi Secepat Mungkin
Kendaraan berbahan bakar bensin atau gas perpindahan transmisi dilakukan sebelum 2500 Rpm. Kendaraan mesin Diesel pemindahan transmisi dilakukan sebelum putaran 2000 Rpm.

2. Sedapat Mungkin Pertahankan Kecepatan pada Putaran Ekonomis
Kebanyakan tenaga mesin hanya terpakai untuk akselerasi atau kecepatan tinggi, apabila pengemudi berusaha untuk mempertahankan kecepatan dan putaran ekonomis, maka energi yang terbuang dan boros bahan bakar dapat dikurangi.

3. Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu.
Pengereman yang tak perlu memboroskan energi, hindari akselerasi yang ekstrim, kecuali keadaan terpaksa, antisipasi kondisi lalu lintas dan tidak mengikuti mobil lain terlalu dekat dapat menghemat bahan bakar 5 – 10%.

4. Antisipasi Arus Lalu Lintas
Antisipasi tersebut mencakup: lalu lintas di depan kendaraan kita, lalu lintas arah berlawanan, lalu lintas di persimpangan, mendahului dan mundur
Untuk itu pengemudi harus: memandang kedepan sejauh mungkin, kosentrasi, mengerem dengan cermat, hati-hati dengan kendaraan di depan, jaga jarak, berusaha sebisanya mempertahankan kecepatan ekonomis, beradaptasi dengan perubahan situasi, mengetahui rute perjalanan, dan memperhatikan kerusakan jalan dan kemungkinan kesalahan pengemudi lain.

5. Meperlambat dengan Lembut
Ketika memperlambat atau menghentikan kendaraan, maka lakukanlah perlambatan dengan lembut dan persneling tetap dalam keadaan masuk.
Untuk lebih menghemat bahan bakar dapat juga dengan menetralkan segera transmisi/menekan pedal kopling bila tenaga mesin untuk pengereman tidak diperlukan lagi, mesin akan secepatnya kembali pada putaran idel dan sisa energi dorong (kinetis) kendaraan dapat dimanfaatkan sampai ke posisi yang diinginkan.

6. Mengemudi di Tanjakan dan Turunan
Pada jalan mendaki diperlukan tenaga mesin yang lebih besar dibandingkan dengan jalan datar. Tergantung dari sudut tanjakan yang akan ditempuh, usahakan cara berikut ini: sesuaikan putaran mesin, teknik perpindahan transmisi yang tepat dan cermat, serta manfaatkan kecepatan kendaraan untuk menempuh tanjakan berikutnya.

7. Matikan Mesin bila Memungkinkan
Matikan mesin waktu perhentian singkat; pada lintasan jalan kereta api, lampu lalu lintas atau sedang menunggu sesuatu yang berhentinya diperkirakan lebih dari 60 detik.

8. Mengemudi dengan Banyak belokan
Kurangi kecepatan saat mendekati belokan sampai mencapai kecepatan yang sesuai, bila perlu pengurangan kecepatan dilakukan dengan tenaga mesin atau sebisanya tanpa pengereman dan tidak menurunkan transmisi pada posisi yang lebih rendah. Bila sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak dan putaran mesin tinggi, tidak saja meningkatkan konsumsi bahan bakar dan keausan rem, juga menyebabkan kondisi kurang baik pada pengemudi.

9. Muatan/Beban
Muatan/beban adalah faktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang utama. Penambahan beban 100 kg pada kendaraan ukuran sedang (1500 kg) akan menaikkan konsumsi bahan bakar sekitar 6 – 7%. Kurangi beban tambahan yang tidak perlu pada kendaraan.

10. Aerodinamis
Faktor lain yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar adalah aerodinamis.
Makin cepat laju kendaraan semakin besar hambatan udara yang ditimbulkan, misalnya pada kecepatan 120km/jam dapat meningkatkan sedikitnya 20% pemakaian bahan bakar.

11. Tekanan Ban
Memeriksa tekanan ban adalah penting agar hambatan gesek ban dapat dikurangi.
Tekanan yang tidak sesuai misalnya kurang 25% dari spesifikasi dapat meningkatkan tahanan gesek sampai 10% serta memboroskan bahan bakar 2%.
Terlalu rendah tekanan ban juga mempunyai akibat kurang baik pada jarak pengereman.
Untuk memastikan tekanan ban, periksa sedikitnya sekali sebulan.

12. Air-conditioning
Direkomendasikan untuk menggunakan AC ketika diperlukan dan bukan untuk mendinginkan dengan temperatur kurang dari 23ºC.
Akan tetapi bila kecepatan di atas 80 km/jam, misalnya pada perjalan luar kota atau di tol, penggunaan AC akan menghemat bahan bakar jika dibandingkan dengan membuka kaca mobil . (berhubungan dengan sifat aerodinamis waktu kaca terbuka dan kecepatan tinggi).
Ingat! AC tidak dipakai untuk mendinginkan penumpang, tetapi membuat kenyamanan dengan suhu dan kelembaban udara yang diatur, suhu 23º-25ºC adalah temperatur yang menyenangkan, lebih dingin membuat rasa tidak nyaman dan memboroskan bahan bakar.
Gunakan AC dengan cermat, karena AC adalah beban tambahan mesin!

Tentang franssinata

Sekolah Mengemudi Mobil Terbaik di Surabaya
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s